polisi tes urine lagi afriani

KECELAKAAN MAUT
Polisi Lakukan Lagi
Tes Urine Kepada Afriani


Kamis, 26 Januari 2012
 
JAKARTA (Suara Karya) : Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Radjab mengakui sempat terjadi perbedaan tes urine terhadap tersangka Afriani Susanti (29) dalam kasus kecelakaan maut di Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, yang menewaskan 9 orang.

Itu karenanya pihaknya kembali melakukan tes urine dan darah untuk menemukan keakuratan hasil yang diharapkan untuk melengkapi bukti-bukti bahwa tersangka penabrak ini mengkonsumsi narkoba.
"Pada pemeriksaan (urine) pertama tidak menunjukkan bahwa urine tersangka mengandung amphetamine. Tapi ini bukan pekerjaan penyidik, melainkan memang ada ahli laboraturium. Saya sempat tidak percaya, itu karenanya kita akan mendalami dengan melakukan tes urine dan darah," kata Untung S Radjab di Mapolda, menanggapi tentang pemeriksaan tes urine yang dinilai simpang siur, Rabu (25/1).
Kapolda menambahkan, untuk melakukan tes urine harus ada tim teknis. "Pertama urine saja, namun harus ada teknisnya. Kemudian diambil darah, ternyata mengandung semua. Sedangkan menurut pengakuan tersangka memang memakai (narkoba). Ini fakta dan harus diklarifikasi. Penyidik tidak berwenang memberi penjelasan tentang keahlian ini, tetapi lab," kata mantan Kapolda Jawa Timur ini menjelaskan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kombes Pol Nugroho Aji menambahkan tes urine memang tidak cukup sekali. Perbedaan hasil tes urine, kata dia, karena ada perbedaan teknis dalam pengujiannya. "Tes urine macam-macam. Ada tes untuk melihat zat canabis yaitu ganja, amphetamine, dan metamphemine. Saat pemeriksaan pertama, tidak dilakukan uji metamphetamine. Setelah dilakukan tes lagi (tes yang kedua--Red) ditemukan positif mengandung metamphetamine," katanya.
Menurut Nugroho, pengujian urine dua kali oleh dua instansi berbeda itu tidak menjadi persoalan. "Kan sama-sama menguji, dan hasil yang dibawa ke penuntutan nanti benar-benar akurat," kata dia.
Sekarang ini, kata Nugroho, tim penyidik masih menunggu hasil tes darah dari Tim BNN (Badan Narkotika Nasional) ke empat tersangka, yakni Afriani Susanti (29), dan 3 temannya Arisandi (34), Denny M (30), dan Adistina (26). Tes darah ini untuk memperkuat hasil tes urine.
Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Dwi Sigit Nurmantyas mengatakan pihaknya melakukan tes urine ulang lantaran curiga dengan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Sebab, hasil olah TKP dengan tes urine dibilang negatif. Mobil rusak parah korban banyak, pasti kan ada apa-apa terhadap diri pengemudi. Akhirnya saya meminta dokter Dokkes Polda untuk memeriksa ulang dan ternyata hasilnya bertolak belakang (positif)," ujar Sigit. (Sadono)

0 komentar: